Sebagian besar bayi di dunia masih belum mendapatkan ASI di jam pertama kehidupannya serta ASI eksklusif (44%) sedangkan Indonesia hanya 35% di bawah rekomendasi WHO (50%). Produksi ASI yang kurang merupakan alasan utama gagalnya pemberian ASI terutama di minggu ke dua postpartum dimana ASI telah matur, ibu akhirnya memutuskan untuk menggunakan suplemen tambahan bahkan memberikan susu formula untuk memenuhi kebutuhan bayinya. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor determinan yang dapat mempengaruhi produk ASI di minggu ke dua postpartum. Jenis penelitian adalah analitik dengan cross sectional design. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-September 2021 di Praktik Mandiri Bidan Husniyati Palembang. Populasi adalah seluruh ibu postpartum di minggu ke dua. Jumlah sampel sebanyak 41 orang diambil dengan metode total sampling. Hasil dari uji statistik chi-square dan menilai Odds Ratio (OR) menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara variabel independent dengan produksi ASI di minggu ke dua postpartum dimana ρ value > 0,05, untuk variabel pendapatan OR=2,381 artinya ibu dengan pendapatan ≥UMR berpeluang 2x memiliki produksi ASI yang baik dibandingkan variabel lainnya. Simpulan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, paritas, Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan produksi ASI di minggu ke dua postpartum. Kata Kunci: ASI, Produksi ASI, Postpartum
Copyrights © 2024