Pendahuluan : Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering) akibat akumulasi tidak cukupnya nutrisi pada balita yang berlangsung lama. Pada tahun 2022, diperkirakan terdapat 148,1 juta anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia yang terkena dampak stunting. Pada tahun 2022, diperkirakan terdapat 148,1 juta anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia yang terkena dampak stunting. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian ASI dan pola makan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Responden dalam penelitian sejumlah 34 responden, yang diambil menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise. Data dianalisis menggunakan uji Fisher's Exact dengan signifikansi α < 0,05. Hasil: Hasil analisis bivariant pada penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikansi antara pemberian ASI dengan kejadian stunting (p value = 0,014* dan OR=1,500), dan terdapat hubungan yang signifikansi antara pola makan dengan kejadian stunting (p value = 0,048* dan OR = 0,769). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pemberian asi dan pola makan dengan kejadian stunting. Diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya memberikan ASI Eksklusif dan menerapkan pola makan yang benar berdasarkan jumlah, jenis, dan frekuensi makan sesuai dengan kebutuhan gizi balita.
Copyrights © 2024