Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) yang layak di Bekasi, Jawa Barat. Coba bandingkan kelebihan dan kekurangan waralaba yang merupakan salah satu model bisnis yang paling dikenal daripada Non-Waralaba (usaha mandiri). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk menjawab permasalahan yang ditemukan peneliti dan melakukan analisis terhadap fenomena yang terjadi di lembaga bimbingan belajar dengan analisis SWOT untuk mengkaji kekuatan dan peluang kemudian dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengurangi kelemahan dan ancaman. Setelah dilakukan analisis SWOT dan perumusan strategi baru, ternyata Bimbel masih mendapatkan kendala strategi dari berbagai sektor. Lebih jauh lagi, Bimbel membutuhkan strategi bisnis yang dijalankan dengan baik dalam memilih Franchising daripada Non-Franchising (usaha mandiri). Penelitian ini menggali data dengan menggunakan 6 Bimbel yang terdiri dari 3 Waralaba dan 3 Bimbel lainnya Non Waralaba yang kesemuanya dioperasikan di Bekasi.
Copyrights © 2024