Kemunculan aliran simbolisme merupakan respon atas ketidakpuasan sastrawan terhadap aliran terdahulu. Karakteristik aliran simbolisme terdapat pada penggunaan simbol yang berfungsi sebagai representasi dari gagasan atau pesan pengarang. Seringkali simbol dalam karya sastra melahirkan makna ganda dan bersifat ambigu sehingga perlu dilakukan pembacaan lebih mendalam. Penelitian ini menggali kemunculan aliran sastra arab simbolisme dan refleksinya dalam syair Falsafatul Hayat karya Iliya Abu Madhi. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah buku, artikel penelitian yang membahas aliran simbolisme dan laman web yang mamaparkan syair Falsafatul Hayat karya Iliya Abu Madhi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik simak dan catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lahirnya aliran sastra Arab simbolisme berkaitan erat dengan perkembangan aliran simbolisme di Prancis. Pelopor simbolisme dalam aliran sastra Arab adalah Basyar Faris sedangkan aliran sastra simbolisme Barat dipelopori oleh Charles Baudelaire. Karakteristik aliran ini meliputi kesatuan otonom, penggunaan simbol, ambiguitas makna, dan keharmonisan bunyi. Gagasan dasar simbolisme adalah dunie ide Plato. Iliya Abu Madhi merefleksikan aliran simbolisme dalam syair Falsafatun Al-Hayat. Dalam syair tersebut terdapat simbol alam yaitu duri, embun, burung berkicau, burung gagak, burung hantu, anak sungai, dan hembusan angin. Penelitian ini menunjukkan bahwa aliran simbolisme telah menjadi bagian dari kesusastraan Arab dan memengaruhi sastrawan Iliya Abu Madhi. Syair Falsafatul Hayat karyanya menjadi bukti nyata pengaruh simbolisme dalam kesusastraan Arab.------------------------------------------------------------------------------------------------The emergence of the symbolism movement was a response to the dissatisfaction of writers with the previous movement. The characteristics of the symbolism movement are found in the use of symbols that function as representations of the author's ideas or messages. Often symbols in literary works give rise to multiple meanings and are ambiguous so that a deeper reading is needed. This study explores the emergence of the Arabic symbolism literary movement and its reflection in the poem Falsafatul Hayat by Iliya Abu Madhi. The researcher used a qualitative method with a descriptive approach as a research method. The data sources used were books, research articles discussing the symbolism movement and web pages that presented the poem Falsafatul Hayat by Iliya Abu Madhi. The data collection technique used was the listening and recording technique. The results of this study indicate that the birth of the Arabic symbolism literary movement is closely related to the development of the symbolism movement in France. The pioneer of symbolism in the Arabic literary movement was Dr. Basyar Faris while the Western symbolism literary movement was pioneered by Charles Baudelaire. The characteristics of this movement include autonomous unity, the use of symbols, ambiguity of meaning, and harmony of sound. The basic idea of symbolism is Plato's world of ideas. Iliya Abu Madhi reflects the flow of symbolism in the poem Falsafatun Al-Hayat. In the poem there are symbols of nature, namely thorns, dew, chirping birds, crows, owls, creeks, and gusts of wind. This study shows that symbolism has become a part of Arabic literature and influenced the writer Iliya Abu Madhi. His poem Falsafatul Hayat is clear evidence of the influence of symbolism in Arabic literature.
Copyrights © 2024