Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan ide atau konsep terkait pengembangan Terminal Baranangsiang dan Stasiun LRT Bogor sebagai moda transportasi yang saling terhubung, menciptakan desain Terminal Baranangsiang yang user-friendly yang melayani pengguna angkutan umum, pejalan kaki, pesepeda, dan penyandang disabilitas. Tujuannya adalah mengubah Terminal Baranangsiang menjadi terminal Tipe A. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, dengan pengumpulan data melalui tinjauan literatur, studi preseden proyek bangunan serupa, dan analisis implementasi konsep Transit-Oriented Development (TOD) di Indonesia. Tema perancangan proyek ini mengadopsi pendekatan TOD yang mengintegrasikan desain terminal bus dengan moda transportasi LRT. Hasil perancangan sarana transportasi terpadu Baranangsiang menggunakan TOD di Bogor menunjukkan potensi besar Baranangsiang menjadi transit hub yang komprehensif. Melalui penerapan TOD, pembangunan dapat mengintegrasikan LRT Bogor, angkutan umum, dan area parkir yang nyaman. TOD juga melibatkan pengembangan kawasan sekitar menjadi pusat perbelanjaan, bisnis, dan fasilitas umum yang mendukung mobilitas berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Fasilitas transportasi terpadu ini meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi perjalanan warga Bogor, mengurangi kemacetan lalu lintas, polusi udara, dan meningkatkan sirkulasi Terminal Baranangsiang, sehingga berkontribusi pada terciptanya kota yang lebih berkelanjutan dan terintegrasi.
Copyrights © 2024