Pendahuluan: Kulit jagung (Zea mays L.) merupakan limbah pertanian yang memiliki kandungan serat selulosa yang tinggi. Kadar selulosa yang tinggi membuat kulit jagung sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku mikrokristalin selulosa. Tujuan: membandingkan formulasi ODT dexamethasone bahan pengisi mikrokristalin selulosa dari kulit jagung dengan ODT dexamethasone bahan pengisi avicel PH 102 terhadap waktu hancur. Metode: yang digunakan adalah cetak langsung dengan dilanjutkan uji preformulasi yang meliputi waktu alir, sudut diam, dan indeks tap. Kemudian uji evaluasi tablet meliputi keseragaman bobot, waktu hancur, kekerasan, friabilitas, dan lama waktu pembasahan. Hasil: kulit jagung, dapat dijadikan mikrokristalin selulosa yaitu dengan hasil karakteristik pH 6, susut pengeringan 5,9%, kelarutan zat dalam air 0,02%, dan kadar abu total 0,02%. Dimana mikrokristalin selulosa selanjutnya dapat digunakan menjadi bahan pengisi ODT dexamethasone, dimana formulasi ODT deksamethasone dengan pengisi mikrokristalin selulosa kulit jagung memiliki hasil uji preformulasi waktu alir 5,78 detik, sudut diam 30,54o , dan indeks tab 12,5% dan uji evaluasi keseragaman bobot rata-rata 249,5 mg, uji kekerasan tablet 2,91 kg, uji friabilitas 0,38%, uji waktu hancur 16 detik untuk in vitro, dan 24,71 detik untuk alat termodifikasi. Kesimpulan: Dimana mikrokristalin selulosa kulit jagung memiliki hasil karakteristik, uji preformulasi dan uji evaluasi yang hampir sama jika dibandingkan dengan Avicel PH 102.
Copyrights © 2023