Dalam suatu sekolah penilaian siswa berprestasi biasanya hanya dipilih berdasarkan Nilai Ke- disiplinan dan Nilai Raport saja, begitu pula di MAN 3 Pekanbaru saat ini. Pemilihan siswa berprestasi di MAN 3 Pekanbaru hanya berdasarkan penilaian kedisiplinan siswa dan nilai raport yang menduduki peringkat tertinggi. Proses pemilihan tersebut banyak terdapat peluang untuk membuat keputusan yang salah karena proses pemilihan siswa hanya berdasarkan satu aspek saja yaitu nilai akhir siswa, sedangkan nilai prestasi lain yang didapat di luar sekolah tidak dijadikan bahan pertimbangan sebagai bahan tambahan kriteria untuk menentukan siswa yang berprestasi. Ini berarti kemungkinan besar siswa berprestasi yang dipilih tidak memenuhi standar sebagai siswa yang berprestasi. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun sistem pendukung keputusan agar proses seleksi siswa berprestasi dapat berjalan dengan baik dan dapat meminimalisir kesalahan dalam proses penyeleksian siswa berprestasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil dari penelitian ini yaitu berupa sistem pendukung keputusan pemilihan siswa berprestasi berdasarkan metode AHP. Adapun sistem mampu menghasilkan keputusan yang tepat dengan penilaian dari 5 kriteria.
Copyrights © 2024