Persediaan bahan baku kerap kali menjadi masalah seperti kekurangan bahan baku yang mengakibatkan kegiatan produksi menjadi terhambat. Hal ini mengakibatkan perusahan melakukan kegiatan pengulangan pemesanan yang akan menambah biaya dalam persediaan bahan baku. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jumlah pemesanan bahan baku ekonomis, safety stock dan re order point, serta mengetahui tingkat biaya pengendalian persediaan bahan baku bawang merah menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan metode konvensional. Metode Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan analisis kuantitatif menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Hasil penelitian menunjukan total biaya persediaan bahan baku menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) pada model formula approach sebesar Rp1.013.662,89 diketahui juga jumlah pemesanan ekonomis dengan kuantitas bahan baku setiap pemesanan sebesar 958,46 kg dengan frekuensi pemesanan sebanyak 5 kali, safety stock sebanyak 480,34 kg, dan Re Order Point (ROP) dapat dilakukan pada saat bahan baku bawang merah di gudang sebanyak 18,084 kg. Sedangkan total biaya persediaan bahan baku yang dikeluarkan perusahaan PT.SBI menggunakan metode konvensional sebesar Rp 4.158.672,5 dengan frekuensi pemesanan sebanyak 37 kali. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penerapan motode Economic Order Quantity (EOQ) dengan model formula approach menunjukkan jumlah pemesanan yang lebih ekonomis dibandingkan dengan metode yang digunakan oleh perusahaan PT.SBI.
Copyrights © 2024