Tradisi Tabot di Bengkulu merupakan praktik budaya yang merefleksikan dinamika komunikasi antarbudaya dalam masyarakat lokal. Sebagai budaya hibrid, Tabot menampilkan pertemuan dan negosiasi berbagai elemen budaya, seperti Islam, Melayu, dan Hindu-Buddha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi antarbudaya terwujud dalam praktik Tabot dan bagaimana proses hibridisasi budaya tersebut berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan atau literature review sebagai pendekatan utama dalam mengkaji tradisi Tabot di Bengkulu. Proses ini diawali dengan pengumpulan dan seleksi sumber-sumber literatur yang relevan, meliputi buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen terkait. Proses dalam penggunaan metode penelitian ini mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mensintesis informasi penting dari literatur yang dikaji, sehingga dapat membangun pemahaman yang komprehensif mengenai tradisi Tabot sebagai praktik budaya hibrid di Bengkulu. Praktik Tabot menggambarkan bagaimana masyarakat Bengkulu menegosiasikan makna dan praktik budaya dalam ruang pertemuan budaya yang majemuk. Proses komunikasi antarbudaya yang terjadi telah menghasilkan bentuk budaya hibrid yang unik, di mana unsur-unsur budaya yang berbeda berbaur dan menciptakan identitas kultural baru. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang dinamika komunikasi antarbudaya dalam konteks budaya lokal yang terus berubah.
Copyrights © 2024