Penggambaran stereotip gender di media anak-anak berpotensi menyempitkan persepsi gender di masyarakat. Perempuan seringkali digambarkan sebagai sosok yang subordinat dan hanya berperan dalam pekerjaan domestik, seperti istri, ibu rumah tangga, atau sebagai non-profesional. Sedangkan, anak-anak akan cenderung untuk meniru apa yang mereka tonton melalui proses modeling. Disney sebagai perusahaan yang merajai produksi film anak-anak memegang peran penting dalam membentuk persepsi gender yang tidak stereotipikal dalam karya-karyanya. Penelitian ini secara khusus menyoroti film Disney, yaitu Raya and the Last Dragonsebagai film Disney Princess terbaru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik maskulin dan feminin yang tradisional, serta perbedaan antara kedua karakteristik tersebut pada karakter putri Raya dalam film Disney Raya and the Last Dragon. Seluruh durasi film dianalisis melalui pendekatan metode analisis isi kuantitatif dengan menggunakan pengujian independent sample t-test. Penelitian ini menyajikan perbandingan penggambaran representasi maskulin dan feminin karakter putri Raya, frekuensi dari kedua karakteristik tersebut, serta bagaimana implikasinya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara representasi karakteristik maskulin dan feminin pada Raya dalam film Raya and the Last Dragon. Hal ini dapat diartikan bahwa karakter utama perempuan dalam film digambarkan sebagai sosok yang androgini atau memiliki karakteristik maskulin dan feminin yang seimbang. Implikasi penelitian ini adalah Disney telah berhasil memproduksi film Disney Princess sebagai media anak-anak yang tidak stereotipikal dan telah merepresentasikan peran gender yang positif.
Copyrights © 2024