Pola Komunikasi Guru pada Anak Tunarungu di SLB B-C Dharma Wanita Madiun dalam Proses Belajar. Anak tunarungu sering kali mengalami keterhambatan dalam proses berkomunikasi. Masyarakat enggan berkomunikasi dengan mereka dikarenakan takut terjadinya kesalahpahaman dalam berinteraksi. Kondisi yang dimiliki anak tunarungu memerlukan perhatian khusus, ini dibuktikan dengan peran pemerintah mendirikan SLB sebagai penunjang perkembangan komunikasi verbal dan nonverbal untuk anak berkebutuhan khusus. Tujuan tulisan ini untuk mengetahui dan menjabarkan proses komunikasi yang diajarkan guru pada anak tunarungu di sekolah. Pembelajaran itu berupa pengenalan bahasa isyarat serta bagaimana mengaplikasikannya, tulis menulis, membaca, dan seni keterampilan yang bisa membantu anak tunarungu untuk berkomunikasi dengan banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data dikumpulkan melalui proses wawancara, observasi, serta dokumentasi. Tulisan ini diperkuat dengan temuan peneliti bahwa komunikasi yang di lakukan oleh guru pada anak tunarungu di SLB B-C Dharma Wanita Kota Madiun seimbang, dimana verbal dan nonverbal dilakukan secara bergantian bahkan bersamaan, kedua komunikasi tersebut tidak bisa berdiri sendiri. Temuan ini memerlukan penelitian lebih lanjut untuk membantu proses komunikasi serta memantau sejauh apa perkembangan anak tunarungu, yang nantinya sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari dan untuk masa depan.
Copyrights © 2023