Borobudur
Vol. 17 No. 2 (2023): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur

OPTIMASI PASTA SEREH WANGI DAN NATRIUM BIKARBONAT UNTUK PEMBERSIHAN LICHEN PADA CAGAR BUDAYA BERBAHAN BATU : (STUDI KASUS CANDI PLAOSAN LOR)

Sugijono (Unknown)
Destiana Murtiyani (Unknown)
Tisa Putri Sekararum (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Feb 2024

Abstract

Kerusakan dan pelapukan pada batuan penyusun Cagar Budaya merupakan permasalahan yang menjadi ancaman kelestarian Cagar Budaya. Salah satu masalah pelapukan yang terjadi di Candi Plaosan Lor adalah pertumbuhan lichen. Bahan konservan yang selama ini digunakan yaitu emulsi sereh wangi masih belum efektif untuk membersihkan lichen yang ada di Candi Plaosan Lor. Penggunaan emulsi sereh wangi membutuhkan waktu yang lama untuk pembersihan lichen dan masih meninggalkan sisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penambahan natrium bikarbonat (NaHCO3) dan Carboxymethyl Cellulose (CMC). Natrium bikarbonat memiliki sifat abrasi ringan sehingga dapat membantu menghilangkan lichen pada permukaan batu. Campuran antara emulsi sereh wangi, natrium bikarbonat, dan CMC akan membentuk pasta. CMC berperan sebagai polimer penghambat penguapan yang juga memiliki fungsi mengikat partikel kotoran, menjaga stabilitas emulsi, mengatur pH, dan mengendalikan kelembaban batu selama proses pembersihan. Percobaan dilakukan dengan membuat variasi kadar natrium bikarbonat. Kadar CMC dibuat tetap yaitu 5% dan kadar natrium bikarbonat dibuat variasi 0%; 1%; 2,5%; dan 5%. Hasil aplikasi pasta sereh wangi pada permukaan batuan yang ditumbuhi lichen menunjukkan hasil paling optimal pada campuran emulsi sereh wangi, CMC 5%, dan natrium bikarbonat 5%.

Copyrights © 2023