Relief Candi Borobudur telah diyakini oleh para peneliti terdahulu dapat menghasilkan beragam pengetahuan mengenai gambaran masyarakat Jawa Kuno pada tahun 800 Masehi. Namun, sejauh ini penelitian yang dilakukan pada relief Candi Borobudur masih belum membahas mengenai tahapan evolusi sosial yang terjadi pada masyarakat Jawa Kuno yang digambarkan pada relief. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan evolusi sosial masyarakat Jawa Kuno yang digambarkan dalam panil relief Candi Borobudur, khususnya relief Karmavibhanga, Lalitavistara, dan Avadana. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan arkeologi sosial dengan menggunakan kerangka teori evolusi sosial menurut Morgan-Tylor. Karakteristik budaya dari setiap tahap evolusi sosial Morgan-Tylor digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menginterpretasikan relief secara kontekstual. Pengambilan sampel relief dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar relief Karmavibhanga sebanyak 41,25% mengandung karakteristik budaya pada tahap Barbarisme Bawah, sedangkan pada relief Lalitavistara sebagian besar reliefnya menunjukkan pada tahap Barbarisme Tengah (30,83%). Relief Avadana sebagian besar menunjukkan karakteristik pada tahap Barbarisme Tengah (36,88%), tetapi dengan kandungan karakteristik pada tahap Barbarisme Tinggi dan Peradaban lebih tinggi dibandingkan dengan relief Lalitavistara. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggambaran atribut sosial masyarakat dalam relief Karmavibhanga, Lalitavistara, dan Avadana mencerminkan adanya perkembangan tahapan evolusi sosial, mulai dari Barbarisme Bawah di Karmavibhanga, Barbarisme Tengah di Lalitavistara, Barbarisme Tinggi dan Peradaban di Avadana.
Copyrights © 2024