Penelitian ini bertujuan menganalisis dekonstruksi yang terdapat dalam puisi âSatu Lorongâ karya Remy Sylado. Teori Dekonstruksi merupakan salah satu dari teori Pascastruktural. Teori ini menyatakan bahwa penanda tidak berkaitan langsung dengan petanda. Dekonstruksi menurut Derrida merupakan sebuah metode membaca teks secara sangat cermat hingga pembedaan konseptual hasil ciptaan penulis yang menjadi landasan teks tersebut tampak tidak konsisten dan paradoks dalam menggunakan konsep-konsepnya dalam teks secara keseluruhan. Dengan kata lain, teks tersebut gagal memenuhi kriterianya sendiri.Hasil analisis menunjukkan oposisi-oposisi dalam diksi dari segi muatan semantik dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu oposisi yang mengimplikasikan nilai, seperti âsurga dengan nerakaâ dan oposisi yang mengimplikasikan entitas, seperti ânyanyian romantis dengan lagu sedihâ. Selain itu, tipografi puisi ini menciptakan paralelisme antara pasangan-pasangan oposisinya, seperti âKesedihan adalah nyanyian romantisâ¦/ Selaksa kali dalam usia yang pendekâ¦/ Di sengsara kita, kita madahkan lagu sedihâ¦â.
Copyrights © 2015