Masyarakat Indonesia memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap beras sebagai pangan pokok. Untuk menjaga ketersediaan beras, pemerintah menerapkan berbagai strategi seperti mengimpor beras, meningkatkan produktivitas, mengurangi konsumsi beras dan diversifikasi pangan. Adanya diversifikasi pangan diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat akan beras dan mewujudkan pola konsumsi pangan beragam dengan prinsip gizi seimbang. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan perilaku mahasiswa dalam mengonsumsi pangan pokok dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku mahasiswa dalam menerapkan diversifikasi pangan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode survei. Alat analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis regresi linear berganda, dan uji F dan uji t. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan perilaku konsumsi pangan pokok dan olahannya sebagai berikut: jenis pangan pokok yang paling banyak dikonsumsi adalah beras (99,69%) dengan frekuensi 1-2 kali dalam sehari (56,44%) dan jumlah konsumsinya 1-2 porsi dalam sekali makan (63,19%), serta makanan olahan yang paling banyak dikonsumsi adalah mie (50,31%) dengan frekuensi konsumsi makanan olahan 2-3 kali dalam seminggu (61,96%). Faktor yang memengaruhi perilaku mahasiswa dalam menerapkan diversifikasi pangan secara bersama-sama adalah faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi, dan faktor psikologis, sedangkan faktor yang memengaruhi perilaku mahasiswa dalam menerapkan diversifikasi pangan secara parsial adalah faktor pribadi dan psikologis.
Copyrights © 2024