Abstrak: Pengkajian Manajemen Bencana Melalui Analisis Angka Kematian dan Waktu Tunggu Pemeriksaan Penunjang Pasien di IGD RSSA dalam Menghadapi Insiden Korban Masal Tragedi Kanjuruhan. Departemen emergensi merupakan aspek yang esensial dalam suatu rumah sakit dimana kesiapsiagaan darurat rumah sakit penting untuk menjaga integritas sistem pelayanan kesehatan selama bencana maupun insiden korban masal (MCI). Penelitian ini bermaksud untuk melakukan penilaian terhadap manajemen kedaruratan instalasi gawat darurat (IGD) RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) melalui analisis angka kematian dan waktu tunggu pemeriksaan penunjang (foto toraks - CXR) seluruh pasien di IGD RSSA sebelum dan ketika fase respon pada MCI tragedi Kanjuruhan dengan studi potong lintang dimana analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon dan didapatkan bahwa Jumlah pasien pada 7 hari sebelum MCI di IGD RSSA sebanyak 440 pasien (45,98%) dan dalam 7 hari fase respon sebanyak 517 pasien (54,02%) dengan p=0,021 (p<0,05). Rata-rata angka kematian IGD sebanyak 4 dan 5 kasus, p=0,186 (p>0,05). Sedangkan waktu tunggu CXR adalah 2.60 dan 2.16 jam dengan p=0.73 (p>0,05). Peningkatan jumlah pasien yang signifikan pada MCI tragedi Kanjuruhan dan tidak diikuti peningkatan angka kematian dan waktu tunggu CXR pasien IGD RSSA pada periode yang sama menunjukkan bahwa manajemen mutu pelayanan IGD tetap kondusif dalam menghadapi tragedi kanjuruhan
Copyrights © 2024