Penelitian ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dalam memberdayakan budidaya pinus di Desa Selur, Ponorogo. Penanaman pohon pinus muncul sebagai peluang yang menjanjikan. Pohon pinus menawarkan potensi ekonomi melalui berbagai aspek, termasuk kayu dan getahnya. Dalam konteks ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan, pendekatan ini berhasil mengubah paradigma masyarakat dari petani garut menjadi petani penyadap getah pinus. Melalui tahapan inkulturasi, discovery, design, define, dan reflection, program ini secara efektif meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan peluang baru, dan mendorong tanggung jawab sosial terhadap lingkungan. Implikasi ekonomi yang positif menghasilkan peningkatan pendapatan petani dan diversifikasi sumber pendapatan. Keberhasilan program ini bergantung pada pemahaman dan kepatuhan terhadap peraturan hukum, serta edukasi yang berkelanjutan. Studi ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan berbasis aset dalam mendorong kesejahteraan ekonomi sekaligus memastikan keberlanjutan lingkungan yang seimbang.
Copyrights © 2023