Jenjang perguruan tinggi berfokus pada satu bidang program studi yang nantinya akan membawa mahasiswa/I tersebut siap untuk masuk ke dalam dunia kerja. Namun masih banyak remaja yang masih merasa kebingungan dalam memilih jurusan yang akan mereka tempuh. Dari masalah yang dihadapi tersebut, muncul sebuah startup bernama Pilih Jurusan yang bertujuan untuk membantu remaja calon mahasiswa/i dalam mengahadapi kebingungannya saat memilih sebuah jurusan. Dibalik penyediaan layanan yang prima dan optimal, desain website dari Pilih Jurusan dapat terbilang masih outdated, tidak konsisten dan kurang user-friendly pada tampilannya sehingga terjadi problematika pada kenyamanan dan pengalaman pengguna. Penelitian ini menggunakan metode design thinking dan panduan Google Material Design 3.0 untuk merancang ulang desain tampilan antarmuka (user interface) dan pengalaman pengguna (user experience) dari website Pilih Jurusan yang konsisten dan user-friendly. Metode ini digunakan agar dapat menciptakan sebuah rancangan ulang yang dapat secara langsung mengetahui masalah dan keinginan pengguna. Pengujian penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Single Ease Question (SEQ) dan System Usability Scale (SUS). Hasil pengujian dari metode tersebut menunjukkan bahwa tingkat kemudahan pemakaian website berada pada skor 6 (mudah) dan 7 (sangat mudah) serta memiliki nilai skor usability pada skor 88 dengan kategori acceptable excellent yang berarti sudah dapat diterima sangat baik oleh pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan design thinking dan Google Material Design 3.0 dapat membantu perancangan ulang UI/UX yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Copyrights © 2024