Meskipun kondisi keselamatan pelayaran yang diharapkan adalah mewujudkan zero accident, nyatanya pada tahun 2022 masih terjadi kenaikan kasus kecelakaan kerja yang disebabkan oleh tindakan tidak aman pada kapal tunda PT. X Indonesia sebesar 0,25% dibandingkan tahun sebelumnya. Tindakan tidak aman disebabkan oleh faktor individu dan faktor pekerjaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang hubungan dengan tindakan tidak aman pada Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Tunda PT. X Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 160 pekerja dan sampel berjumlah 100 pekerja yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner penelitian terdahulu yang telah diuji validitas dan realibilitasnya. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara umur (p=0,029), tingkat pendidikan (p=0,003), sikap (p=0,000), pengawasan K3 (p=0,000), dan sosialisasi K3 (p=0,000) dengan tindakan tidak aman, sedangkan tidak ditemukan hubungan antara masa kerja (p=0,094), pengetahuan (p=0,072), dan pelatihan K3 (p=0,094) dengan tindakan tidak aman. Disarankan ABK bekerja mengikuti prosedur yang berlaku, saling mengingatkan dan menegur sesama pekerja untuk bertindak aman, serta rajin mengikuti pelatihan dan sosialisasi K3. Perusahaan dapat melakukan sosialisasi K3 dengan melakukan safety morning setiap hari dan melakukan pengawasan K3 secara intensif dan menyeluruh
Copyrights © 2023