Bagi penggemar K-pop, penggunaan nama samaran atau pseudonym merupakan hal yang biasa mereka lakukan di media sosial, salah satunya Instagram. Banyak dari mereka menggunakan nama akun atau username yang berkaitan dengan idolanya sehingga mereka bisa lebih bebas dan berani dalam mengekspresikan kegemarannya secara online dibandingkan dikehidupan nyata mereka. Hal tersebut akhirnya menimbulkan suatu perbedaan perilaku antara dunia online dan dunia nyata mereka yang disebut Online Disinhibition Effect. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif penggemar K-pop menggunakan pseudonim di akun Instagram mereka dalam membentuk Online Disinhibition Effect. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa observasi partisipan dan wawancara pada penggemar K-Pop pengguna pseudonim di Instagram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para informan memiliki dua akun instagram yaitu akun utama dengan identitas asli dan akun pseudonim dengan nama samaran menggunakan nama idola mereka. Motif informan dalam menggunakan pseudonim adalah bentuk identitas diri sebagai penggemar, memudahkan pencarian informasi seputar K-Pop, sarana dalam mengekspresikan kegemaran secara bebas, serta dapat dengan mudah terhubung dengan penggemar lain. Dalam hal ini, Online Disinhibition Effect yang terjadi memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya, pseudonim yang dilakukan informan dapat membantu mereka untuk mengekspresikan diri secara lebih bebas dan terbuka. Namun disisi lain, hal tersebut dapat menimbulkan perilaku yang tidak bertanggung jawab seperti hate comment dan cyberbullying.
Copyrights © 2024