Individu yang mengalami permasalahan psychological wellbeing akan berdampak pada masalah kesehatan fisik, mulai dari fungsi imunitas hingga kesehatan kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi tidur dan psychological wellbeing pada dewasa awal di kota Makassar. Desain studi yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasional. Subjek penelitian merupakan masyarakat di kota Makassar yang berada pada usia dewasa awal (18-25 tahun) berjumlah 403 responden, melalui teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan korelasi Kendall Tau-B. Alat ukur menggunakan Psychological Well-Being Scale dan Pittsburgh’s Sleep Quality Index. Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikansi sebesar p=0,007 dengan koefisien korelasi sebesar 0,110 bernilai positif. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara durasi tidur dan psychological wellbeing. Dari keenam aspek psychological wellbeing, terdapat tiga aspek yang memiliki hubungan yang signifikan dengan durasi tidur, yaitu tujuan hidup, penguasaan lingkungan, dan penerimaan diri. Diperlukan penelitian lanjutan pada responden dengan kriteria yang lebih spesifik, terutama pada individu dengan profesi yang memiliki durasi tidur yang tidak optimal.
Copyrights © 2024