Keris Pusaka Paksi Naga Liman merupakan salah satu Keris Pusaka peninggalan Sunan Gunung Jati Cirebon ketika beliau menjabat sebagai Raja di Kesultanan Cirebon. Keris Pusaka tersebut dibuat oleh Mpu Suro, yaitu seorang Mpu terkenal sejak tahun 1445 M. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif yakni dengan cara mengambil data langsung dari sumbernya yakni civitas Keraton Kanoman, lalu data tersebut dianalisis dan dikaitkan dengan masalah dan tujuan penelitian, lalu hasilnya bisa dikomparasikan dengan hipotesis penelitian, sehingga dapat simpulan atau hasil penelitian. Tujuan dari penelitin ini adalah mengetahui sejarah keris pusaka paksi naga liman peninggalan sunan gunungjati Cirebon dalam perspektif budaya Cirebon. Hasil dari penelitian ini diantaranya, meliputi: Secara historis Paksi Naga Liman merupakan sosok makhluk hibrid yang merupakan simbol akulturasi dari tiga kebudayaan yang mempengaruhi pemerintahan Kesultanan Cirebon, yakni: Kebudayaan Islam dari Mesir, Kebudayaan Hindu dari India, dan Kebudayaan Kong Hu Chu dari Tiongkok. Makna simbolik dari Paksi Naga Liman dari sisi budaya merupakan simbol kekuatan dari tiga bagian kehidupan, meliputi: Dunia atas, dunia tengah, dan dunia bawah. Hibriditas pada Keris Pusaka Paksi Naga Liman merupakan simbol harmonisasi masyarakat Cirebon yang secara historis telah terpengaruh oleh multi-kultur dan merupakan bentuk representasi dari multikulturalisme bagi masyarakat Cirebon.
Copyrights © 2024