Pelat penyerap panas radiasi matahari merupakan komponen utama pada aplikasi solar still. Pelat penyerap sirip dari material mortar berfungsi sebagai penyerap panas, mentransfer panas dan media evaporasi. Pada pelat penyerap sirip dengan material mortar, air laut mengalir di dalam bodi sirip secara kapiler dan akan mengalami proses penguapan, sehingga meninggalkan garam pada pori. Garam pada pori, jenis dan dimensi pasir sebagai material pembentuk utama mortar juga akan mempengaruhi nilai konduktivitas panas efektif. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pembentukan garam pada pori dengan berbagai jenis dan dimensi pasir pembentuk material mortar terhadap konduktivitas panas efektif. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan membandingkan jenis dan dimensi pasir pembentuk mortar. Jenis pasir yang di gunakan adalah jenis pasir besi (PB) dan pasir lumjang (PL) dengan dimensi pasir masing-masing sebesar 0.125 dan 0.250. Jenis dan dimensi pasir dibentuk menjadi mortar dengan campuran 2 pasir dan 1 semen. Pengujian mortar dibandingkan dengan material batu. Pada pengujian di berikan pemanas pada permukaan atas mortar dan batu menggunakan elemen pemanas (heater) dengan daya 46.4 W selama 120 menit. Penelitian menghasilkan konduktivitas panas efektif pada seluruh material mortar mengalami peningkatan seiring bertambahnya waktu pemanasan dan garam pada pori. Material mortar menggunakan jenis pasir besi dengan dimensi 0.125 mm (PB.0.125) memiliki konduktivitas panas efektif total lebih tinggi sebesar 0.712 (W/m0C) dibandingkan dengan material PB.0.250, PL.0.125, PL.0.250 dan batu.
Copyrights © 2023