Penyaluran bantuan pangan mendasar ini tidak mungkin dipisahkan dari inisiatif pemerintah, khususnya yang terkait dengan bidang Jaminan Sosial dan Pemberdayaan. Kapasitas suatu masyarakat untuk mencapai kondisi tersebut menentukan diterima atau tidaknya bantuan pangan pokok. Sistem pendukung keputusan (SPK) program sembako diperlukan untuk membantu dalam memutuskan siapa yang akan mendapat bantuan pangan. Untuk penyelidikan ini, pendekatan SAW (Simple Additive Weighting) digunakan. Metode ini sering digunakan dalam mempercepat pengambilan keputusan karena memberikan penilaian yang lebih terbobot karena didasarkan pada kriteria bobot preferensi yang telah ditentukan. Untuk hasil dari pengujian black box menunjukkan bahwa sistem beroperasi sesuai antisipasi dan setiap pengujian berhasil.
Copyrights © 2024