Pemanfaatan limbah ikan dapat dikombinasikan dengan limbah nanas yang memiliki enzim bromelin, tersedia secara melimpah untuk dibuat menjadi bahan pakan ternak berupa tepung limbah ikan (TLI). Riset ini dilakukan untuk mengevaluasi formulasi ransum puyuh berbasis tepung limbah ikan untuk menghasilkan telur puyuh fungsional sebagai sumber protein hewani dengan harga yang terjangkau. Riset ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang empat kali, yaitu: P0 = Ransum kontrol tanpa TLI , P1= 2% TLI dalam ransum, P2 = 4% TLI dalam ransum, dan P3 = 6% TLI dalam ransum. Data dianalisis menggunakan Uji Ragam (ANOVA) dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil menunjukkan bahwa penggunaaan TLI dalam ransum tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap konsumsi ransum, produksi telur, konversi ransum dan mortalitas terhadap ransum kontrol (P0) selama riset empat minggu. Sedangkan konversi ransum P3 nyata lebih kecil (P<0.05) dibandingkan P2. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ransum perlakuan P3 secara rerata menghasilkan performa puyuh petelur terbaik, sehingga substitusi tepung limbah ikan sampai dengan 6% mampu menggantikan tepung ikan komersil, akan tetapi belum mampu meningkatkan protein dan menurunkan kolesterol telur puyuh
Copyrights © 2024