Ketuban Pecah dini merupakan masalah penting pada kasus obstetri, yang dapat menyebabkan infeksi pada ibu dan janin serta dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian pada ibu maupun bayi. Kematian ibu di Indonesia disebabkan oleh infeksi masih cukup tinggi yaitu sebesar 11%. Infeksi yang dialami oleh ibu sebagian besar diakibatkan oleh adanya komplikasi atau penyulit kehamilan dan persalinan, antara lain ketuban pecah dini (45%), infeksi saluran kemih (31%), dan febris (24%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asuhan kebidanan pada persalinan kala I fase laten dengan ketuban pecah dini di RUSD Bangil. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode pendekatan studi kasus. Desain yang digunakan adalah observasional lapangan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Analisis data diperoleh berdasarkan studi kasus dengan membuat narasi hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, laboratorium dan asuhan kebidanan. Hasil penelitian menunjukkan Ny. R umur 24 tahun, hamil anak pertama, usia kehamilan 40-41 minggu, hasil pemeriksaan dalam pembukaan 2 cm, effacement 50%, ketuban (-), Hogde I, pemeriksaan laboratorium kadar leukosit 16,01 x 103/µL. Asuhan kebidanan yang dilakukan sesuai dengan manajemen kebidanan yaitu melakukan kolabarasi antar profesi pada fasilitas pelayanan kesehatan rujukan untuk memantau kondisi ibu dan janin serta perencanaan proses persalinan. Penerapan manajemen asuhan kebidanan yang tepat sesuai dengan prioritas masalah dapat menurunkan risiko morbiditas dan mortaliltas pada ibu dan bayi.
Copyrights © 2023