Angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks cukup tinggi di Indonesia umumnya dan di RSUP Prof Dr I.G.N.G.Ngoerah pada khususnya. Kunjungan baru kanker serviks pada tahun 2022 sebanyak 302 orang, sedangkan tahun 2023 sebanyak 420 orang. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan jumlah kunjungan baru pasien kanker serviks. Penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko wanita dengan kanker serviks, menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasinya adalah wanita dengan diagnose kanker serviks yang memeriksakan diri. Jumlah sampel sebanyak 81 responden. Tehnik yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil analisis data dengan analisis univariat menunjukkan bahwa faktor risiko wanita dengan kanker serviks adalah usia pertama kali berhubungan seksual ≤ 20 tahun (53,1%), jumlah pasangan seksual > 1 orang (51,9%), usia melahirkan pertama kali ≤ 20 tahun (51,9%), paritas ≥ 3 orang (55,6%), riwayat kontrasepsi berbasis hormonal (54,3%), tidak ada riwayat IMS (74,1%), tidak ada riwayat kanker pada keluarga (75,3%). Faktor risiko yang ditemukan pada wanita dengan kanker serviks adalah usia pertama kali berhubungan seksual, jumlah pasangan seksual , usia pertama melahirkan, paritas dan riwayat kontrasepsi berbasis hormonal.
Copyrights © 2024