Manajemen nyeri dalam asuhan persalinan dapat menggunakan berbagai metode, yaitu farmakologis dan non farmakologis. Tehnik counterpressure massage dapat mengaktifkan senyawa endhorphin sehingga transmisi dari pesan nyeri dapat dihambat yang dapat menyebabkan penurunan intensitas nyeri. Molekul aromaterapi merangsang sistem limbik yang dapat mengurangi kecemasan yang mengarah ke rasa sakit karena ada hubungan langsung antara nyeri dan kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan intensitas nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif sebelum dan setelah diberikan kombinasi counterpressure massage dengan aromatherapy lavender. Desain penelitian ini pre eksperimen pendekatan one group pre-test dan post-test design yang dilakukan di RSUD Wangaya Denpasar pada bulan Maret-April 2024. Besar sampel 35 orang, data dikumpulkan menggunakan lembar observasi wong-baker faces pain rating scale. Uji normalitas yang digunakan uji shapiro-wilk karena didapatkan data tidak berdistribusi normal, maka selanjutnya pengujian hipotesis dilakukan uji wilcoxon dengan nilai sig (2-tailed) =0,000 < 0,05, sehingga hipotesis dapat diterima yang berarti ada perbedaan intensitas nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif. Kesimpulannya bahwa terapi kombinasi counterpressure massage dengan aromaterapi lavender dapat menurunkan intensitas nyeri. Bidan dapat menggunakan metode nonfarmakologi dalam mengurangi tingkat nyeri ibu bersalin seperti pijatan counterpressure massage dengan aromaterapi lavender.
Copyrights © 2024