Abstract: This research examines students' digital literacy practices in developing academic literacy while they are studying with online, offline, or blended methods. It uses a qualitative method with a case study approach to explore experiences, feelings, and also the development of certain phenomena during the Covid 19 pandemic occured. The main data collection was obtained from observations, documents, in-depth interviews with informants who had used UIN Walisongo central library information services, and students’written asignments. The results show that they have expertise in digital literacy or are called literate in using tools or applications used in lectures. They don't find it difficult to adapt to all tools. Evidently, they can dig up sources of scientific information provided by libraries or other sources. Student expertise in mastering digital literacy is crucial to have academic literacy skills. This is very justified because the strengthening of academic literacy skills is supported by mastery of digital literacy. However, their academic literacy related to scientific writing skills is problematic. This is indicated by the tendency of the percentage of similarity check results to be divided into two major groups, namely the range of 0 to 7% and 47 to 99%.Keywords: academic libraries, McClelland theory of motivation; Zotero class;Abstrak: Penelitian ini mengkaji praktik literasi digital mahasiswa dalam mengembangkan literasi akademik selama mereka belajar dengan metode daring, luring, atau blended. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi pengalaman, perasaan, dan juga perkembangan fenomena tertentu selama pandemi Covid 19 terjadi. Pengumpulan data utama diperoleh dari observasi, dokumen, wawancara mendalam terhadap informan yang pernah menggunakan layanan informasi perpustakaan pusat UIN Walisongo, dan tugas tertulis mahasiswa. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka mempunyai keahlian dalam literasi digital atau disebut literate dalam menggunakan alat atau aplikasi yang digunakan dalam perkuliahan. Mereka tidak merasa kesulitan untuk beradaptasi dengan segala alat. Terbukti, mereka bisa menggali sumber informasi ilmiah yang disediakan perpustakaan atau sumber lainnya. Keahlian mahasiswa dalam menguasai literasi digital sangat penting dalam konteks kemampuan literasi akademik. Hal ini sangat beralasan karena penguatan kemampuan literasi akademik ditopang oleh penguasaan literasi digital. Namun literasi akademik mereka terkait keterampilan menulis ilmiah masih bermasalah. Hal ini ditunjukkan dengan kecenderungan persentase hasil pemeriksaan kemiripan terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu rentang 0 hingga 7% dan 47 hingga 99%.Kata kunci: kelas Zotero; perpustakaan perguruan tinggi; teori motivasi McClelland
Copyrights © 2023