Down syndrome adalah kondisi yang terjadi karena nondisjunction embrio, menyebabkan disabilitas intelektual dengan rentang IQ sekitar 50-70. Anak-anak dengan sindrom ini membutuhkan pendekatan komunikasi yang khusus, terutama dari guru di sekolah khusus disabilitas. Karena keunikan dalam perkembangan otak mereka, metode komunikasi baik verbal maupun nonverbal diajarkan secara bertahap, sering kali dengan menggunakan gerakan tubuh dan pengulangan kata agar mereka dapat mengingat dan memahami dengan lebih baik. Namun, proses pembelajaran ini seringkali dihadapi dengan berbagai hambatan, terutama karena karakteristik emosional yang unik dari anak-anak dengan sindrom Down. Oleh karena itu, guru harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan individu mereka dan kemungkinan hambatan yang muncul, serta kemampuan untuk mengatasi tantangan tersebut selama proses belajar mengajar.
Copyrights © 2024