Sektor Partambangan merupakan sektor yang cukup berperan penting dalam mendatangkan pendapatan besar tidak hanya bagi Negara , mengapa demikian karena ruang lingkupnya tidak hanya berbicara skala nasional tetapi internasional. Keterbatasan sumber daya manusia dan peralatan dalam mengelola pertambangan ini masih banyak dialami oleh banyak daerah di Indonesia. Oleh karena itu Pemerintah Daerah dalam hal ini berusaha bekerja sama dengan pihak asing dalam pengelolaan potensi tambang yang ada. Kabupaten Morowali Utara adalah salah satu daerah yang mempunyai potensi tambang yang luar biasa, khususnya tambang nikel, sehingga banyak membuat investor asing melirik potensi ini dengan menanamkan modal mereka untuk mendirikan perusahaan pertambangan di sana. Sebagai kabupaten yang baru berdiri, Pemerintah Daerah Morowali Utara masih menggunakan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah kabupaten Morowali, untuk mengatur tentang perusahaan-perusahaan asing yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana keefektifan kebijkan pemerintah Morowali Utara dalam mengatur keberadaan perusahaan asing ini. Keberadaan perusahaan pertambangan asing berdasarkan pengamatan dan hasil wawancara peneliti ternyata cukup membawa dampak yang negatif, terutama dalam hal lingkungan, sering terjadi longsor, dsb. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Berdasarkan hasil penelitian yang ada, menunjukan bahwa sejauh ini penerapan kebijakan tersebut belum efektif. Kata kuncinya adalah Kebijakan Pemerintah Daerah
Copyrights © 2016