Tokoh perempuan seringkali digambarkan sebagai sosok yang pasif dan tidak berpengaruh di dalam cerita, terutama dongeng. Melalui penelitian ini, akan ditunjukkan adanya peran penting dalam diri tokoh perempuan meskipun tidak dijadikan sebagai tokoh utama di dalam alur cerita. Sekecil apapun keberadaannya, tindakan yang dilakukan oleh tokoh perempuan akan berdampak besar terhadap alur cerita dan tokoh-tokoh lainnya. Penelitian ini menggunakan teori strukturalisme Levi-Strauss untuk dapat menunjukkan adanya peranan penting dalam karakter tokoh perempuan dari enam cerita yang sudah terpilih. Keenam cerita tersebut adalah: (1) Dewi Duri; (2) Perihal Tiga Butir Telur Dewa Antaboga dalam Hikayat Ular dan Katak; (3) Dewi Pohung; (4) Perempuan Berambut Akar; (5) Dongeng Perlawanan di Sepanjang Tepi Sungai Ini Bernama: Antu Banyu; dan (6) Hikayat Bumi Pertiwi. Dengan menguraikan miteme dari setiap episode dalam cerpen tersebut, akan ditemukan relasi dan transformasi tindakan setiapĀ tokoh perempuan yang ada di dalamnya. Relasi tersebut akan menunjukkan adanya sikap tertentu yang selalu dilakukan, yaitu pengorbanan diri dan pemberi peringatan. Penelitian ini berfokus menganalisis penggambaran perempuan dari struktur dan miteme yang ada didalam cerpennya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan menggabungkan jenis analisis dan deskriptif, meliputi pendeskripsian data dengan memaparkan sinopsis dari masing-masing cerpen yang telah dipilih.
Copyrights © 2024