Permohonan pinjaman pada koperasi berkembang pesat dengan calon nasabah pinjaman sudah meliputi semua lapisan masyarakat. Dalam memberikan pinjaman, pihak koperasi menggunakan beberapa persyaratan untuk menentukan apakah seorang nasabah akan diberikan pinjaman atau tidak. Namun, penentuan kelayakan pemberian pinjaman sering kurang tepat, penentuan kelayakan pemberian pinjaman sering mengalami ketidaksesuaian dengan persyaratan yang telah ditetapkan oleh koperasi. Keputusan pemberian pinjaman yang tidak tepat akan menyebabkan tingkat pinjaman macet menjadi tinggi, sehingga perlu dibuat sebuah sistem pendukung keputusan yang baik, yang dapat membantu pihak koperasi dalam memutuskan nasabah yang berpotensi lancar dalam melakukan angsuran pinjaman. Sistem pendukung keputusan dapat membantu pihak koperasi dalam menentukan siapa saja yang layak mendapat pinjaman berdasarkan beberapa kriteria yang ada sehingga hal ini akan mengurangi resiko yang diterima koperasi karena salah dalam mengambil keputusan. Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam membuat sistem pendukung keputusan diantaranya yaitu metode Fuzzy Logic, metode Simple Additive Weight (SAW), metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan masih banyak lagi. Namun dalam kasus ini metode yang paling tepat adalah metode Simple Additive Weight (SAW) karena dalam metode ini memberi setiap kriteria nilai bobot yang mana akan tepat dalam peminjaman selain itu metode ini juga sangat efektif dan tepat
Copyrights © 2020