Untuk mendapatkan keunggulan daya saing global, suatu industri dituntut untuk meningkatkan kualitas produknya. Ketika kualitas yang dimiliki suatu produk rendah, maka akan berdampak pada jumlah produk cacat yang tinggi. Kondisi ini perlu didukung dengan menerapkan pengendalian kualitas, sehingga dapat menghasilkan produk yang mempunyai daya saing tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi cacat dominan yang paling banyak terjadi, mengetahui penyebab cacat dan menyediakan rekomendasi perbaikan untuk mengurangi jumlah cacat pada produk coffee maker tipe XX di PT. ABC dengan metode Statistical Process Control. Penelitian ini mengamati penerapan SPC di PT. ABC. Hasil analisis menggunakan metode SPC menunjukkan bahwa cacat pada produk coffee maker tipe XX yang paling sering terjadi yaitu low pressure yang disebabkan oleh faktor manusia, mesin, lingkungan, proses, dan material. Rekomendasi perbaikan yang dilakukan untuk mengurangi cacat produk adalah menyediakan alat bantu JIG. Alat SPC bermanfaat dalam upaya perbaikan kualitas secara keseluruhan dan mencapai sistem manajemen mutu.
Copyrights © 2024