Menjamin keamanan server sangat penting untuk mengelola infrastruktur teknologi informasi secara efektif, terutama di era saat ini ancaman cyber meningkat. Keamanan server merupakan komponen kritis dalam manajemen infrastruktur teknologi informasi, terutama dalam menghadapi ancaman siber yang semakin canggih. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan server berbasis Linux dengan mengimplementasikan kombinasi antara iptables dan teknik port knocking sebagai lapisan tambahan perlindungan terhadap serangan yang menargetkan port terbuka, khususnya port SSH. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Network Development Life Cycle (NDLC), yang melibatkan tahapan analisis, desain, simulasi, implementasi, dan monitoring. Simulasi dilakukan pada server Ubuntu Linux dengan skenario serangan yang menargetkan port SSH menggunakan teknik port scanning dan brute force. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi iptables dan port knocking secara signifikan meningkatkan keamanan server dengan menyembunyikan port dari pemindaian dan mencegah akses tidak sah. Pengujian menunjukkan bahwa setelah implementasi kombinasi tersebut, tingkat keberhasilan serangan port scanning menurun dari 100% menjadi 0%, dan serangan brute force dari 60% menjadi 0%. Kesimpulannya, pendekatan ini efektif dalam melindungi port kritis seperti SSH tanpa mengorbankan kinerja server, menjadikannya solusi yang praktis dan mudah diimplementasikan untuk meningkatkan keamanan server.
Copyrights © 2024