Sektor industri merupakan salah satu konsumen energi terbesar di dunia dan di Indonesia, sektor ini menyumbang sebagian besar konsumsi energi nasional. Hal tersebut mendorong peningkatan perhatian terhadap sumber energi terbarukan pada sektor industri, salah satunya PLTS. Analisis performance PLTS 1,1 MWp di industri dalam periode satu tahun dilakukan untuk mengetahui tingkat keoptimalan dari sistem. Parameter performance berdasarkan standar IEC 61724 terdiri dari yield factor (yf), reference yield (yr), Perfromance Ratio (PR), dan Capacity Utilization Factor (CUF). Sistem kemudian disimulasikan menggunakan perangkat lunak PVsyst sebagai perbandingan kemudian dilakukan perhitungan penurunan emisi serta analisis keekonomian. Sistem PLTS 1,1 MWp ini telah menghasilkan energi sebesar 1.523.540 kWh pada tahun 2023. Hasil yield factor, reference yield, Performance Ratio, dan Capacity Utilization Factor berturut-turut adalah 112,36 h/month, 143,5 h/month, 78,13%, dan 15,38%. Hasil produksi energi simulasi PVsyst memiliki nilai yang lebih besar sebanyak 154,160 kWh. Selama satu tahun, pemanfaatan PLTS ini berdampak untuk mengurangi emisi CO2 hingga 1.538,8 tonCO2eq. Biaya investasi awal yang dibutuhkan sebesar Rp9.950.728.907 dengan payback period selama 7,1 tahun. Dengan proyeksi keuangan selama 25 tahun, didapatkan nilai NPV sebesar Rp10.482.503.414 dan LCOE sebesar Rp348,59/kWh. Selama tahun 2023, pemanfaatan PLTS mampu menghemat biaya listrik hingga Rp1.698.350.980.
Copyrights © 2024