Stunting atau perawakan pendek masih menjadi masalah yang belum terpecahkan, baik di dunia maupun di Indonesia. Hal ini tentu berdampak pada terhambatnya proses pertumbuhan dan perkembangan fisik anak. Untuk prevalensi balita stunting di Kota Gorontalo sebesar (26,5%). Balita yang sehat terhindar dari masalah stunting, wasting maupun underweight tumbuh dan berkembang secara normal, merupakan calon SDM berkualitas sebagai penerus pembangunan bangsa di masa depan. Kualitas masa depan perkembangan anak ditentukan sejak dini yakni sejak masa balita. Begitu pula ketika terdapat deteksi dini gejala stunting, maka dapat dilakukan penanganan sejak dini untuk memperbaiki pertumbuhan dan perkembangan balita. Deteksi dini cegah stunting dilakukan pengukuran secara berkala yaitu dari berat badan dan tinggi badan sesuai umur, dapat membantu upaya pencegahan stunting dan harus dilaksanakan dengan sunguh-sunguh. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis Efektifitas Pelatihan Skrining Stunting dengan Kemampuan Deteksi Dini Orang Tua Pada Anak Usia 1-3 Tahun. Adapun tujuan atau target khusus pada penelitian ini ialah untuk melatih orang tua dilihat dari kemampuan untuk mendeteksi dini anak usia 1-3 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain quasi eksperimen yang memberikan perlakuan atau intervensi kepada subjek penelitian. Rancangan penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan desain pre post testgroup design. Desain ini digunakan untuk membandingkan hasil intervensi pelatihan skrining stunting terhadap kemampuan deteksi dini orang tua. Penelitian ini dilaksanakandi RSIA Siti Khadijah Kota Gorontalo. Pentingnya pelatihan skrining stunting perlu dilakukan sejak dini untuk memastikan SDM Indonesia di masa yang akan datang berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi.
Copyrights © 2023