Masalah gizi berperan secara langsung maupun tidak langsung terhadap lebih dari 60% dari 10 juta kematian anak di setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara determinan langsung dan determinan tidak langsung terhadap status gizi kurang pada remaja panti asuhan. Penelitian ini merupakan penelitian mix methods yaitu kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan cross sectional terhadap remaja panti asuhan di Kota Semarang. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah minimal 97 sampel. Data statistik dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai p-value variabel tingkat kecukupan energi 0,000 (<0,05) dan personal hygiene memiliki nilai p-value 0,000 (<0,05). Pada variabel sanitasi lingkungan menunjukkan nilai p-value 0,897 (>0,05) dan pemantauan pertumbuhan memiliki nilai p-value 0,668 (>0,05). Hasil wawancara diketahui sebagian besar panti asuhan memiliki anggaran makan yang tidak sesuai, sedangkan ketersediaan bahan pangan panti asuhan diketahui sudah dalam keadaan stabil. Dapat disimpukan terdapat hubungan antara tingkat kecukupan energi dan personal hygiene terhadap status gizi kurang, tidak ada hubungan antara sanitasi lingkungan dan pemantauan pertumbuhan terhadap status gizi kurang, ada pengaruh antara anggaran makan terhadap status gizi kurang, namun tidak terdapat pengaruh antara ketersediaan bahan pangan terhadap status gizi kurang.
Copyrights © 2023