Tetanus adalah infeksi yang menyebabkan kejang otot rahang dan leher akibat Clostridium tetani. Prevalensi tetanus tinggi di negara dengan sumber daya rendah, dengan mortalitas mencapai 20-45%. Tetanus neonatal masih menjadi masalah di negara berkembang. Identifikasi faktor prediktor mortalitas tetanus termasuk leukosit dan elektrolit, penting untuk peningkatan manajemen pasien dewasa dengan risiko kematian yang tinggi. Studi ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara kadar leukosit dan elektrolit dengan mortalitas pasien tetanus di RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan desain cross sectional dengan melibatkan 37 responden (30 laki-laki 7 perempuan) yang merupakan pasien tetanus yang tercatat di rekam medis. Rata-rata usia responden adalah 56, persentase responden meninggal 43,2% sedangkan persentasae responden membaik 51,4%, persentase responden dengan angka leukosit normal dan meninggal 17,1% sedangkan angka leukosit tidak normal 28,6%, persentase responden dengan kadar natrium normal dan meninggal sejumlah 50% sama dengan persentase responden dengan kadar natrium tidak normal yang meninggal, sementara itu responden dengan kadar kalium normal dan meninggal sejumlah 29,4% dan responden dengan kadar kalium tidak normal dan meninggal sejumlah 70,6%.
Copyrights © 2023