Pemberian kompensasi kepada manajer (executivecompensation) yang didasarkan atas tingkat perolehan laba danharga saham telah menimbulkan sebuah fenomena menarik - bahkanmenimbulkan indikasi adanya tindakan illegal - terutama terhadapperilaku manajer opportunistic (demikian Abdullah (1999)menyebutnya) yang akan berupaya untuk mendapatkan reward/kompensasi yang maksimal dengan melakukan upaya-upaya tertentu.Upaya-upaya yang dilakukan olah manajer tersebut tetap berdasarkanpada prinsip akuntansi berterima umum (GAAP). Berdasarkan padafenomena tersebut, maka penelitian ini mencoba untuk mengkritisiasumsi normatif (nilai) yang mendasari kerangka konseptualakuntansi mainstream, khususnya konsepsi manajemen laba yangberkaitan dengan pemberian kompesasi (compensation plan) kepadamanajemen.Studi ini ditujukan untuk melakukan pemahaman dan penafsiran(interpretasi) atas compensation plan, dengan menggunakanpendekatan posmodern yang direfleksikan melalui perspektif syariahkhususnya pada nilai keadilan. Refleksi tersebut dilakukan denganmenggunakan metode purify, dengan harapan pada akhirnya mampuuntuk mewujudkan konsepsi manajemen laba yang sarat dengan nilai.Pada akhirnya, studi ini berupaya untuk menjawab bagaimanasebenarnya compensation plan ditinjau dari perspektif syari’ah,sekaligus sebagai upaya partisipasi dalam pengembangan khazanahkeilmuan akuntansi syariah serta menjadi support untuk membukakemungkinan penerapan akuntansi syari’ah.Melalui sebuah upaya internalisasi nilai-nilai keadilan, maka studiini menghasilkan bahwa konsep laba dalam akuntansi syariah dapatdigunakan sebagai dasar untuk menilai kinerja manajemen dalammengelola sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan (As’udi danTriyuwono, 2001:87), selama penyajian laba tersebutmengedepankan nilai zakat oriented. Dengan zakat oriented, makainformasi akuntansi yang disajikan akan lebih jujur, adil dan benar.Selain itu, informasi yang disajikan akan menjadi tidak bias dantidak akan merugikan kelompok tertentu, sekaligus semua pihak akanmendapatkan perhatian sesuai dengan proporsinya. Sedangkan padatataran compensation plan, studi ini menghasilkan sebuahpenggambaran atas dimensi horizontal ajaran Islam yangberhubungan dengan keseluruhan harmoni pada alam semesta. Di mana harmoni tersebut pada akhirnya akan mewujudkan tingkat upah yang adil dengan berprinsip bahwa kepentingan semua pihak harus mendapatkan perhatian sesuai dengan kontribusi dan jasanya masing-masing.
Copyrights © 2007