Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas penting yang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Masyarakat di daerah Kendal umumnya menangkap kepiting bakau sebagai bahan pangan disamping untuk memenuhi permintaan pasar, oleh karena itu tingkat penangkapan kepiting bakau di Kabupaten Kendal cukup tinggi. Peningkatan permintaan kepiting bakau dapat menyebabkan terganggunya populasi kepiting di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Lebar karapas dan bobot serta tingkat kematangan gonad kepiting bakau (Scylla spp.). Penelitian ini menggunakan metode survey yang diawali dengan pengambilan sampel, pengukuran lebar karapas kepiting, pengukuran bobot kepiting dan analisis data menggunakan perhitungan regresi linier sederhana. Penelitian ini menunjukan hasil kepiting bakau di perairan Kendal yaitu pola pertumbuhan kepiting bakau alometrik negatif (b=2,662), faktor kondisi kepiting bakau adalah 0,8 – 1,0 dan tergolong tidak gemuk, ukuran pertama kali tertangkap yaitu 93,65 mm dan nilai TKG kepiting bakau didominasi oleh TKG yang belum matang gonad sebanyak 51 ekor dan TKG yang sudah matang gonad sebanyak 28 ekor.
Copyrights © 2023