Perkembangan teknologi telah mengubah kebiasaan menonton televisi di Indonesia dengan peralihan dari televisi analog ke digital dan popularitas layanan video on demand. Namun, peningkatan penggunaan video on demand membawa tantangan dalam menjaga performa server yang harus melayani permintaan tinggi. Solusinya adalah menerapkan teknik load balancing dan algoritma penjadwalan yang efisien, seperti menggunakan docker swarm sebagai teknologi virtualisasi container. Penelitian ini menguji 3 kategori resolusi video 240p, 720p, dan 1080p serta variasi permintaan request dari 1 hingga 10.000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar resolusi video, ukuran file video juga semakin besar, yang mengakibatkan penurunan throughput dan peningkatan response time, request loss, serta CPU Utilization. Hasil analisis menunjukkan bahwa algoritma weighted least connection lebih unggul daripada weighted round robin berdasarkan parameter yang ditentukan. Implementasi docker swarm berdampak positif dalam menjaga performa server dibandingkan dengan menggunakan single server. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai penerapan teknologi dan algoritma dalam meningkatkan performa server video on demand serta memastikan pengalaman menonton yang optimal bagi pengguna.Â
Copyrights © 2023