Film Imperfect menceritakan masalah yang dihadapi kebanyakan wanita saat ini, mengukur kecantikan dari fisik tubuh. Kecantikan dari tubuh inilah yang akan menimbulkan body shaming, yaitu komentar negatif terhadap tubuh seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui body shaming dalam film Imperfect dan untuk mengetahui kecantikan ideal menurut film tersebut. Metode penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan pisau analisis dari Teori Semiotika Roland Barthes. Semiotika ini terbagi ke dalam dua tingkatan, yaitu denotasi dan konotasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Imperfect banyak menayangkan adegan body shaming verbal dan body shaming non verbal. Body shaming verbal di dalam film ini direpresentasikan dengan ukuran tubuh shaming, rambut tubuh/tubuh berbulu shaming, style berpakaian, dan warna kulit. Sedangkan body shaming non verbal di dalam film ini direpresentasikan dengan tindakan. Perempuan yang mendapatkan shaming digambarkan tidak memiliki kepercayaan diri, cemas, serta menarik diri dari kehidupan social.
Copyrights © 2023