Di Indonesia, meningkatnya populasi lansia berdampak pada peningkatan jumlah narapidana lansia di lembaga pemasyarakatan. Lembaga ini menjadi tempat pembinaan yang penting bagi narapidana lansia, yang memiliki hak-hak khusus untuk memenuhi kebutuhan mereka sebagai kelompok rentan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana proses successful aging dapat terjadi pada narapidana lansia di lembaga pemasyarakatan, dengan fokus pada tiga aspek successful aging menurut Rowe dan Khan yaitu kesehatan, fisik dan psikis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menemukan bahwa lembaga pemasyarakatan tempat dilakukannya pembinaan narapidana lansia dapat mendukung terjadinya proses successful aging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembinaan yang komprehensif dan berkelanjutan di lembaga pemasyarakatan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik dan mental narapidana lansia.. Oleh karena itu, penting bagi lembaga pemasyarakatan untuk terus mengembangkan program-program yang dapat mendukung narapidana lansia dalam mencapai successful aging. Implementasi program yang berfokus pada tiga aspek successful aging dapat membantu narapidana lansia menjalani masa hukuman dengan lebih bermakna dan bermartabat, sekaligus mempersiapkan mereka untuk reintegrasi ke masyarakat. Walaupun lembaga pemasyarakatan merupakan tempat yang berisiko dan rentan bagi lansia, dengan terus berkembangnya regulasi dan program yang disesuaikan dengan kebutuhan lansia proses successful aging dapat berlangsung di dalam lembaga pemasyarakatan.
Copyrights © 2024