This research aims to formulate a concept of environmentally friendly theology in Toraja. Through a mimetic approach, it was found that bamboo has an essential meaning for the Toraja people but receives little attention. Bamboo is used excessively in implementing the Rambu Solo' and Rambu Tuka' ceremonies due to the Torajan people's lack of understanding of the meaning of bamboo in everyday life. To find the meaning of bamboo and provide a comprehensive understanding, the author uses a mimetic approach to Toraja literature to create a bamboo theology. In this context, bamboo theology appears as a theological concept that wants to tell the story of who God is for the Toraja people: who is present, works, protects, and nurtures through His creation. Bamboo theology was born from the Toraja people's understanding of the importance of bamboo in their entire life journey as part of the community on earth. Bamboo theology is a bridge to see God's creation (humans, animals, and plants) as God's partners in caring for and preserving the universe. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan konsep berteologi yang ramah lingkungan di Toraja. Melalui pendekatan mimetik ditemukan bahwa bambu memiliki makna penting bagi masyarakat Toraja, tetapi kurang diperhatikan. Bambu dipergunakan secara berlebihan dalam pelaksanaan upacara rambu solo’ dan rambu tuka’, karena kurangnya pemahaman masyarakat Toraja tentang makna bambu dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menemukan makna bambu dan memberi pemahaman yang komprehensif, penulis menggunakan pendekatan mimetik terhadap sastra Toraja sebagai upaya melahirkan teologi bambu. Teologi bambu dalam konteks ini, hadir sebagai konsep teologi yang mau menceritakan siapa Allah bagi masyarakat Toraja yang secara nyata telah hadir, berkarya, melindungi, dan memelihara melalui ciptaanNya. Teologi bambu lahir dari pemaknaan masyarakat Toraja terhadap arti penting bambu dalam seluruh perjalanan hidup mereka sebagai bagian dari komunitas masyarakat di bumi. Teologi bambu menjadi jembatan untuk melihat seluruh ciptaan Allah (manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan) sebagai mitra kerja Allah dalam merawat dan melestarikan alam semesta ini.
Copyrights © 2024