Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang awalnya bertujuan meringankan pekerjaan manusia, justru menimbulkan keresahan dan rasa takut, khususnya bagi mahasiswa milenial. Teknologi yang mempermudah tugas harian dapat memicu rasa kesepian dan menurunnya solidaritas serta kebersamaan. Akhlak dan etika tergerus karena kemajuan teknologi yang sering membuat penggunanya acuh tak acuh terhadap sekitar. Alat-alat elektronik seperti telepon, televisi, dan komputer, membuat penggunanya terpikat sehingga mengabaikan lingkungan sekitarnya. Kondisi ini berdampak pada hubungan antar manusia yang tidak harmonis karena masing-masing sibuk dengan gadgetnya. Hal ini penting bagi mahasiswa milenial untuk memahami pengaruh teknologi terhadap akhlak dan etika dalam kehidupan mereka. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan studi kasus terhadap 82 mahasiswa kelas Akhlak dan Etika di Universitas Indraprasta PGRI. Data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara singkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi memiliki dampak signifikan terhadap penerapan akhlak dan etika dalam lingkup religiositas mahasiswa, dengan nilai korelasi sebesar 0,730 yang menunjukkan tingkat korelasi tinggi dan kontribusi sebesar 53,2%. Semakin baik religiositas mahasiswa, akhlak dan etika mereka cenderung lebih baik meskipun di tengah kemajuan teknologi modern.
Copyrights © 2024