Problematika antar umat Islam semakin lama tidak hanya menyangkut aspek teologis saja, tetapi sudah menyebar berbagai aspek kehidupan, hingga aspek politik. tercatat bahwa Islam sudah terpecah menjadi beberapa golongan yang dilatarbelakangi politik. Serta adanya perbedaan tersebut berimplikasi terhadap kehidupan sosial bermasyarakat, di mana masyarakat sering mencaci-maki kelompok masyarakat yang lain dan menganggap kelompok yang tidak sesuai dengan ajaran dari kelompok yang lebih dominan akan dianggap sesat. Penulisan artikel ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan metode library research dengan pendekatan analisis wacana kritis ala Van Dijk. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa kerukunan umat dapat dibangun melalui konsep kesetaraan kedudukan antar umat dan kedamaian, dimana dalam nilai-nilainya mengandung arti: Pertama, pentingnya menjadi sosok pemuka agama memiliki sifat tawadhu (rendah hati). Kedua, perlunya sebagai sosok pemuka agama dalam mengajarkan bagaimana ajaran agama secara damai serta moderat sehingga mudah diterima oleh segala kalangan. Ketiga, Hak sosial tanpa membedakan satu sama lain atas strata sosial, sehingga kedamaian tercipta dan duduk bersama dalam satu tujuan, tanpa adanya sebuah sikap eksklusivisme. Penelitian ini diharapkan mampu menjawab problematika keutuhan umat serta mampu memberikan kontribusi terhadap pemahaman cara bermasyarakat moderat.
Copyrights © 2024