Tarumanagara Medical Journal
Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap migrain tanpa aura pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara

Azolia, Citra Putri (Unknown)
Andriani, Rini (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Oct 2023

Abstract

Salah satu penyebab nyeri kepala yang paling mengganggu adalah migrain. Keluhan ini dapat memengaruhi kehidupan pribadi dan sosioekonomi penderitanya. Sakit kepala bersama dengan gejala lain adalah ciri sindrom klinis yang dikenal sebagai migrain tanpa aura. Mahasiswa kedokteran berisiko mengalami migrain tanpa aura dikarenakan banyaknya tugas belajar. Tingkat intensitas belajar yang tinggi, kualitas tidur dan istirahat yang buruk, dan terlalu banyak menghabiskan waktu di depan komputer adalah faktor risiko lainnya. Penelitian tentang prevalensi dan penyebab migrain tanpa aura pada mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara diperlukan berdasarkan masalah tersebut. Metode studi analitik potong lintang digunakan untuk menyusun studi ini. Usia, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, kebiasaan merokok, dan kualitas tidur adalah variable-variabel yang digunakan. Hasilnya menunjukkan bahwa dari 191 mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2021, sebanyak 67 (31,5%) mengalami migrain tanpa aura. Faktor seperti usia, jenis kelamin, kualitas tidur, obesitas dan kebiasaan merokok, tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan migrain tanpa aura (p-value >0,05). Namun secara epidemiologi, jenis kelamin dan kualitas tidur berperan dalam kejadian migrain pada studi ini.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

tmj

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine ...