Kecemasan sebelum tindakan medis khususnya tindakan yang akan dilakukan pada pasien KNF merupakan suatu kewajaran bagi pasien. Nyeri pada pasien KNF terjadi pada area atas tenggorok dan di belakang hidung. Nyeri yang terjadi pada pasien kanker merupakan hal kewajaran, nyeri timbul disebabkan terjadinya fibrosis jaringan sehingga memberikan respon nyeri pada syaraf tepi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan terhadap intensitas nyeri pada pasien kanker nasofaring di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta. Desain penelitian ini deskriptif kuantitatif yang menggunakan desain analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 40 pasien kanker nasofaring. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar berusia >25-35 tahun (65.0%) laki-laki (75.0%) Pendidikan SMP/SMA (45.0%) dan tidak bekerja (55.0%) kecemasan ringan (65,0%) dan nyeri ringan (52.0%). Ada hubungan tingkat kecemasan terhadap intensitas nyeri pada pasien kanker nasofaring di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta dengan uji Chi Square ddidapatkan pvalue: 0,000 (α:<0,05). Diharapkan RS mendapatkan gambaran tingkat kecemasan terhadap intensitas nyeri pada pasien kanker nasofaring sehingga RS dapat meningkatkan pelayanan sehingga terciptanya standar asuhan keperawatan yang tepat sehingga kecemasan berkurang dan berdampak terhadap penurunan intensitas nyeri.
Copyrights © 2023