Anak merupakan generasi penerus suatu bangsa, sehingga dibutuhkan anak dengan kualitas baik. perkembanganbahasa anak yang optimal tidak lepas dari cara orang tua dalam menstimulasi anaknya. Anak yang memperolehstimulasi yang baik dan terarah lebih cepat berkembang dibandingkan anak yang kurang memperoleh stimulasi danapabila orang tua mematikan inisiatif anak, maka hal tersebut akan membuat anak bersalah.Mengetahui hubungan antara stimulasi orang tua dengan perkembangan bahasa anak usia 18-24 bulan di posyandutunas harapan.Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian Analitik Korelasional dengan rancangan Cross Sectional.Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu yang memiliki anak usia 18-24 bulan di Posyandu Tunas Harapan yangberjumlah 62 anak. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah simple random sampling dengan jumlah61 responden. Analisa hasil dilakukan dengan menggunakan Uji Chi-square.Berdasarkan hasil penelitian univariat didapat stimulasi orang tua yang kurang baik sebanyak 34 (55,7% ) dan 35(57,4)% anak dengan perkembangan bahasa terlambat, sedangkan hasil penelitian Bivariat didapat data anak denganstimulasi orang tua kurang baik dan perkembangan bahasa terlambat sebanyak 24 (70,6%). Hasil analisis statisticchi-square diperoleh P-value 0,019 < 0,05terdapat hubungan antara stimulasi orang tua dengan perkembanganbahasa anak usia 18-24 bulan diposyandu tunas harapan
Copyrights © 2024